Malut– Polemik perintah tembak security perusahaan tambang nickel di Pulau Obi kepada warga yang melakukan aksi pemalangan pekerjaan bendungan di desa kawasi beberapa waktu lalu teryata tidak benar atau Hoax.
Setelah dilakukan pengecekan fakta melalui video yang beredar luas di media social, teryata perintah security hanyalah perintah untuk menempel masa atau mengawasi massa aksi, dan bukan mengeluarkan perintah tembak.
“Danton, danki, danton, danton, danki tempel satu-satu,” Kata security pada video yang beredar.
Hal ini diperkuat dengan pihak kemanan yang mengawal aksi pemalangan warga tersebut, tidak membawa senjata api.
Wartawan media ini yang berusaha meggali informasih dilapangan menemukan sejumlah informasi saksi di lapangan. Mereka menyampaikan hal yang sama, bahwa tidak ada perintah menembak melainkan perintah menempel satu-satu kepada massa aksi.
Saksi yang enggan namanya di muat meminta kepada publik agar tidak terprovokasi dengan sejumlah pemberitaan, dan meminta mendengar kembali perkataan salah satu security melalui video yang telah tersebar luas, dimedia social.
“Saya bukan membela perusahaan tapi kita harus bijak menyampaikan informasi kepada masyarakat, jangan hanya mendengar informasih yang tidak utuh lalu menyebarkan informasih hoax,” ujar saksi
Selain itu, saksi ini juga meminta kepada masyarakat dan berbagai pihak agar jangan terpancing dengan pemberitaan-pemberitaan di media sosial, sebab apa yang disampaikan belum tentu benar kebenarannya.(Red)






