Perkuat Ketahanan Pangan, Wagub Maluku Utara Dorong Digitalisasi Pertanian di SMK

Berita, Malut, Nasional13 Dilihat

Malut – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut, Abubakar Abdullah, meninjau langsung kesiapan SMK Negeri 4 Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dalam mendukung ketahanan pangan daerah, Sabtu (7/2/2026).

​Kunjungan ini bertujuan mendorong transformasi pendidikan vokasi di Maluku Utara. SMK diharapkan tidak lagi hanya kuat dalam penguasaan teori, tetapi juga unggul dan inovatif dalam praktik lapangan.

​”Sebanyak 21 SMK di Maluku Utara mulai mengelola lahan pertanian seluas 10,5 hektare secara serentak. Ini langkah konkret memperkuat kemandirian pangan daerah, yang dipusatkan di SMK Negeri 4 Tikep,” ujar Sarbin Sehe saat memberikan sambutan.

​Wagub menegaskan bahwa kemandirian pangan adalah pilar strategis bagi ketahanan nasional dan ekonomi lokal. Ia juga mengapresiasi sinergi dengan pemerintah pusat yang sejauh ini berhasil menjaga stabilitas pangan tanpa ketergantungan impor.

​Menurutnya, keterlibatan aktif siswa dalam sektor pertanian akan memangkas ketergantungan pasokan hortikultura dari luar daerah. Selain itu, program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus berjiwa wirausaha.

​”SMK harus melahirkan SDM yang diterima industri dan mampu berinovasi. Sektor pertanian adalah peluang besar bagi generasi muda Maluku Utara,” tambahnya.

​Meski demikian, Sarbin menekankan dua poin krusial: teknologi pertanian modern dan akses pasar. Tanpa dukungan tersebut, ia khawatir produksi sekolah hanya akan berhenti di tahap penanaman tanpa memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

​Di sisi lain, Kepala Bidang SMK Dikbud Malut, Makmur, menjelaskan bahwa di SMK Negeri 4 Tikep, penanaman difokuskan pada lahan seluas dua hektar. Komoditas utamanya adalah pepaya California dan jagung.

​”SMK lainnya menyesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing, mulai dari nanas, kacang, bayam, hingga berbagai jenis hortikultura lainnya,” jelas Makmur.

​Usai seremoni, Wagub dan Kadikbud meninjau langsung pemanfaatan peralatan pertanian hasil Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025, serta unit peternakan ayam yang dikelola siswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis produksi (Teaching Factory).

​Program kolaboratif ini diharapkan menjadi model integrasi antara kebijakan pangan nasional dan pendidikan vokasi. Sasarannya jelas: melahirkan generasi terampil sekaligus mempercepat terwujudnya Maluku Utara yang mandiri pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *