Jakarta– Sebanyak 115 personel TNI dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi Habema mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) setelah berhasil menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi.
Penghargaan KPLB dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan disaksikan secara langsung Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di markas Koops Habema, Timika, Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1).
Para personel yang mendapatkan KPLB berasal dari pasukan khusus atau prajurit tempur lintas matra, yakni Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad), dan Korps Marinir TNI AL atau Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Mereka mengenakan baret kebanggaan masing-masing saat acara penghargaan KPLB.
Penanggalan pangkat lama dan diganti pangkat baru dipimpin oleh Panglima TNI, kemudian diikuti pemberian selamat oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen Bambang Trisnohadi hingga Panglima Koops Habema Mayjen Lucky Avianto.
Satgas Rajawali dan Koops Habema yang mendapat KPLB adalah para personel yang menguasai markas OPM pada operasi Oktober hingga November 2025.
Pada Operasi Kinetik 5 Oktober, Satgas Rajawali III melaksanakan penindakan di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Operasi ini berhasil menguasai markas kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya serta menetralisir tokoh kunci kelompok tersebut, dalam hal ini Komandan Operasi OPM Kodap XII bernama Mayu Waliya.
Kemudian, pada Operasi Badai 15 Oktober, Satgas Rajawali II dan Rajawali III merebut markas kelompok bersenjata Kodap VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya di Kampung Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Operasi ini menewaskan 14 anggota OPM.
Selanjutnya, pada Operasi Badai Kasuari 9 November, personel dari Yonif 10 Marinir, Denjaka, dan unsur pendukung lain menyergap markas OPM di wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
“Ada suatu kebahagiaan bagi seorang komandan atau seorang panglima, kalau dia bisa memberikan penghargaan kepada prajuritnya,” kata Menhan Sjafrie dalam amanatnya.
Sjafrie juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk memberikan penghargaan bagi prajurit yang berhasil menunaikan tugas dengan risiko tinggi.
Penghargaan, sebut Menhan, akan diberikan kepada prajurit yang bertugas dengan risiko tinggi, memiliki budi pekerti, serta rela berkorban bagi bangsa dan negara.
“Jadi Panglima TNI jangan ragu-ragu, mereka yang berkeringat dan mereka yang rela berkorban untuk negara dan bangsa, berikan penghargaan. Saya sudah mendapat petunjuk dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bahwa tidak ada penghargaan hanya satu kali,” ucap Sjafrie.
“Kalau kalian meritokrasi, penghargaan yang melebihi apa yang kamu jejakkan, penghargaan itu akan datang dari Komandan dan Panglima,” kata Menhan RI. (Cr)






