Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Museum Benteng Oranje 

Berita, Malut40 Dilihat

Menbud Fadli Zon saat meresmikan Museum Benteng Oranje

Malut– Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI), Fadli Zon, mengunjungi Benteng Oranje dan meresmikan Museum Sejarah Ternate yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Kamis (27/11/2025).

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Muslim Gani, serta sejumlah pimpinan OPD di Kota Ternate.

Dalam kesempatan peresmian, Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ternate atas kesempatan berkunjung ke benteng bersejarah tersebut. Ia berharap museum yang berada di kawasan benteng dapat direvitalisasi sehingga menjadi pusat edukasi sejarah yang lebih representatif.

Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa museum tidak boleh dikelola secara pasif. Ia menilai museum harus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

“Museum harus hidup, dinamis, dan kontekstual. Narasi sejarah harus diperkuat melalui film, musik, hingga platform lain,” ujar Menbud, dikutip Jumat, 28 November 2025.

Ia menambahkan, museum idealnya menjadi ruang interaksi publik yang mendorong literasi sejarah sekaligus pusat aktivitas kebudayaan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Fadli menegaskan pentingnya kembali mengangkat gagasan besar tentang kemasyhuran Ternate.

“Ternate menjadi pusat kemasyhuran rempah Nusantara. Narasi itu harus menjadi edukasi generasi sekarang,” katanya.

Kementerian Kebudayaan menyebut Maluku Utara memiliki ekosistem sejarah yang sangat kaya. Pemerintah berkomitmen mempercepat pemajuan kebudayaan melalui revitalisasi situs sejarah, penguatan museum, dan pengembangan ekonomi budaya.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib, menjelaskan bahwa setelah rangkaian kegiatan di Tidore, rombongan Menteri Kebudayaan melanjutkan kunjungan ke Benteng Oranje untuk melihat kondisi bangunan dan Museum Sejarah Ternate.

“Perhatian juga diberikan terhadap sosok ilmuwan naturalis penting bagi Ternate dan teori evolusi, yaitu Alfred Russel Wallace. Ia berharap pemerintah daerah dan pusat dapat memberi perhatian dalam mengembangkan warisan ilmu berskala dunia itu,” ujar Rinto.

Menurutnya, keberadaan museum di Benteng Oranje menjadi perhatian khusus, sehingga diharapkan ke depan dapat dilakukan revitalisasi.

“Mereka sangat peduli terhadap keberadaan museum. Pertemuan ini juga dihadiri Direktur Museum dan Sejarah, yang berharap penuh atas revitalisasi Museum Sejarah Ternate,” tambah Rinto.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Menteri Kebudayaan membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam program pemajuan kebudayaan, termasuk kerja sama dengan akademisi dan peneliti untuk mengkaji lebih jauh aspek sejarah dan kebudayaan Ternate.

Benteng Oranje merupakan salah satu situs strategis dalam sejarah kedatangan bangsa Eropa ke Maluku Utara. Dibangun Portugis, direbut Spanyol, lalu diserahkan ke VOC, benteng ini dipugar kembali oleh Cornelis Matelief De Jonge pada 1607 dan dinamai Fort Oranje oleh Francois Witlentt pada 1609.

Pada abad ke-17, Benteng Oranje berfungsi sebagai pusat pemerintahan Gubernur Jenderal VOC dan pusat pengelolaan perdagangan rempah yang menghubungkan Nusantara dengan pasar Eropa. (Cr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *