HALSEL- Harita Nickel mencatatkan capaian signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah operasionalnya. Melalui program Soligi Zero Stunting, sebanyak 21 dari 25 anak di Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, kini dinyatakan berhasil keluar dari status stunting berkat perbaikan gizi yang konsisten.
Capaian yang tercatat hingga pertengahan 2025 ini menjadi bukti efektivitas pendekatan terpadu yang memadukan peran korporasi, pemerintah, dan masyarakat dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa program ini telah bergulir sejak 2022. Fokusnya mencakup tiga pilar utama, intervensi gizi, edukasi kesehatan, dan penguatan infrastruktur pelayanan kesehatan.
”Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi lintas sektor. Kami percaya bahwa kesehatan anak adalah fondasi utama bagi masa depan yang lebih kuat dan sejahtera,” ujar Broto.
Program Soligi Zero Stunting mengadopsi model partisipatif. Perusahaan tidak hanya memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, tetapi juga membangun fasilitas pendukung seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan sumur air bersih komunal.
Kader Posyandu Desa Soligi menjadi ujung tombak di lapangan. Murni, salah satu kader penggerak, menceritakan bagaimana mereka melakukan pendampingan door-to-door untuk memastikan setiap balita terpantau tumbuh kembangnya.
”Kami rutin melakukan penimbangan, pengukuran, dan pembagian PMT setiap bulan. Selain itu, kami proaktif mengunjungi rumah balita berisiko stunting untuk memberikan penyuluhan kepada para ibu,” kata Murni. Hasilnya nyata: dari 25 anak yang teridentifikasi stunting, kini tersisa 4 anak. “Target kami tahun depan benar-benar nol kasus (zero stunting),” tambahnya optimistis.
Dampak nyata dan inovasi yang diusung program ini mengantarkan Harita Nickel meraih Penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian ESDM. Program ini dinilai sebagai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Terinovatif Komoditas Mineral di Bidang Kesehatan.
Penghargaan tersebut mempertegas komitmen Harita Nickel dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan target nasional penurunan stunting di Indonesia.
Untuk memastikan program tetap berjalan jangka panjang, Pemerintah Desa Soligi berkomitmen mengalokasikan dana operasional untuk Pustu dan pemeliharaan fasilitas air bersih. Saat ini, Pustu di Desa Soligi dikembangkan menjadi pusat layanan kesehatan terpadu yang dilengkapi taman ramah anak serta kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Keberhasilan di Desa Soligi kini menjadi blueprint bagi Harita Nickel untuk mereplikasi program serupa di desa-desa lingkar operasional lainnya di Pulau Obi. Melalui sinergi yang kuat, Harita Nickel membuktikan bahwa tantangan kesehatan di wilayah terpencil dapat diatasi dengan solusi berbasis komunitas yang terukur.







