TOBELO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel) resmi menandatangani kesepakatan bersama (MoU) terkait kerja sama pelatihan dan penempatan tenaga kerja lokal.
Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, dan Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, di sela-sela agenda Job Fair Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Malut yang berlangsung di Ballroom Hotel Marahai, Tobelo, Halmahera Utara, Selasa (9/6/2026).
Gubernur Sherly Tjoanda Laos menyambut baik kolaborasi strategis ini. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen berkelanjutan dari Harita Nickel dalam menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) di Maluku Utara.
“Terima kasih kepada Harita Nickel yang sudah konsisten dari tahun ke tahun dalam melakukan pelatihan kerja bagi masyarakat Maluku Utara,” ucap Gubernur Sherly dalam sambutannya.
Usai prosesi penandatanganan, Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur Malut Sarbin Sehe, Kepala Disnakertrans Malut Marwan Polisiri, dan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, turut meninjau langsung stan pameran kerja milik Harita Nickel.
Dalam bursa kerja (job fair) kali ini, Harita Nickel membuka peluang karier massal dengan menyediakan 416 lowongan kerja yang meliputi posisi driver, operator alat berat, mekanik, serta berbagai lini operasional lainnya.
Selain membuka lowongan kerja, Harita Nickel secara berkesinambungan menjalankan program peningkatan kompetensi melalui kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate. Salah satu program unggulannya adalah Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) yang diinisiasi sejak 2023. Program vokasi ini membekali generasi muda dengan keterampilan teknis seperti operator alat berat, operator overhead crane, hingga bahasa Mandarin, di mana mayoritas lulusannya telah terserap langsung ke dunia kerja.
Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi lokal merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk mempersiapkan talenta daerah agar memiliki daya saing dan karier yang berkelanjutan, khususnya bagi pemuda di wilayah kepulauan seperti Pulau Obi.
“Keberhasilan kami sebagai perusahaan sangat bergantung pada bagaimana kami bisa tumbuh bersama dengan komunitas di sekitar. Ketika anak-anak muda Maluku Utara berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik, itu juga menjadi kebanggaan bagi kami,” ujar Latif.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk sinergi yang ideal antara regulator dan pelaku industri demi memperluas penyerapan tenaga kerja usia produktif.
“Kolaborasi seperti inilah yang memang sudah seharusnya diperkuat antara pihak pemerintah dan sektor korporasi. Kerja sama ini berdampak langsung pada penguatan kapasitas calon tenaga kerja lokal agar mampu mengimbangi standar kebutuhan industri modern,” jelas Marwan.
Marwan memuji rekam jejak Harita Nickel yang aktif menyelenggarakan pelatihan kerja, baik secara internal maupun yang terintegrasi dengan lembaga pendidikan kedinasan dan BPVP Ternate. Ia berharap momentum MoU ini dapat memperluas cakupan program ke depan.
“Harapan saya, kolaborasi ini dapat membantu pemerintah daerah dalam melatih lebih banyak lagi generasi muda di Maluku Utara, sehingga mereka bertransformasi menjadi tenaga kerja yang berdaya saing tinggi dan kompeten di bidangnya,” pungkas Marwan.(Red)







